Latest Posts

My First Story

By 15.17

Bismillah.
Jujur, sebenarnya sih ini bukan first story yang kubuat...
Tapi, maksud dari judul di atas, ini adalah cerita pertama yang ku posting di blog...
Cerita ini kubuat 2 tahun lalu, saat aku masih kelas 6 SD
Barusan aku habis ngubek-ngubek dokumen lama, dan menemukan dokumen "Kumpulan Cerpen Aisyah"
Saat ku lihat, lumayan juga...
Agak ga percaya juga aku bisa nulis bagus kaya gini...
Mau baca? aku posting satu dulu ya...

Silahkan menikmatii...




Andaikan kita hidup di planet yang indah itu...



Oleh : aisyah as – salafiyah


“ayah, apakah kita bisa pindah tempat tinggal dari planet bumi ini, ya?” tanya Riska suatu malam saat mereka berkemah di halaman rumah.
“ya, mungkin saja” jawab ayah singkat,
“apa mungkin kita bisa tinggal di planet tempat bunda sekarang ini?” tanya Riska lagi,
Ayah menggeleng pelan, “tidak bisa, Riska. Bunda sudah pindah alam, bukan lagi di dunia ataupun di planet lain, alam bunda berbeda dengan alam kita, kita masih hidup sementara bunda sudah meninggal” jelas ayah,
“tapi Riska ingin bertemu bunda lagi, yah” Riska mulai menangis,
Ayah mengelus rambut Riska, “Riska, kita doakan saja supaya bunda tenang di alamnya”
Riska mengangguk, lalu mulai tersenyum lagi, “ayah, apakah di tata surya ini ada planet khusus untuk anak-anak?” tanya Riska bercanda,
“entahlah, tapi kalau begitu berarti tidak ada orang tua dong di sana?” goda ayah,
“maksud Riska, suatu planet yang indah, rindang, dan tidak gersang. Disana semua boleh bermain sepuasnya, semua permainan ada tanpa perlu bayar, semua toko dan mall gratis, bisa makan ice cream sepuasnya, bisa main komidi putar, ayunan, dan yang lain. Disana kita boleh berenang dan berolahraga sepuasnya, bisa main basket, bulu tangkis, voli, tenis meja, dll. Planet yang disana orang tidak perlu kerja dan belajar, setiap hari mendapat uang secara Cuma-Cuma tanpa perlu kerja” khayal Riska,
“kalau tidak ada yang bekerja, bagaimana kamu bisa makan? Kan pak tani tidak kerja, bagaimana kamu bisa makan ikan? Kan nelayan tidak bekerja, bagaimana kamu bisa makan sayuran, es krim, biskuit, kue? Kan semua pegawainya tidak bekerja” tanya ayah,
“hmm... yang mengerjakan semua itu ya robot, yah. Jadi robot yang mengerjakan kita yang menikmati hasilnya” lanjut Riska,
“uuuh, maunya!” kata ayah sembil mencubit Riska,
“ayah, andaikan bumi ini seperti khayalan Riska, tentu bumi akan menjadi planet terinda di tata surya, kalau Riska punya uang banyak, Riska janji akan membangun bumi sedemikian rupa seperti yang Riska khayalkan” ucp Riska berharap,
Ayah membawa dua cangkir teh hangat, lalu menyodorkannya pada Riska, keluarga tak lengkap itu menikmati indahnya malam.

Please, don't copy paste!!!
And not edit!

You Might Also Like

8 comments

  1. hehe..cerpen singkat..sesuai khayalan anak2. nice post Aisyah... kalo bisa sambung lagi cerpen. bikin versi barunya riska udah gede :D

    BalasHapus
  2. Namanya juga cerpen kak...
    Tapi, aku ga biasa buat cerbung, aku lebih suka buat cerpen-cerpen yang langsung selesai dalam 1 episode.
    Btw, aku buat cerita itu sesuai sama foto lho...
    Jadi misalnya gini, kalau ada foto nganggur gambar apa, aku buat cerita yang bersangkutan sama gambar itu, emang sih kadang ga nyambung, tapi biar agak rame ada gambarnya gitu...

    BalasHapus
  3. cerpen pas kelas enam SD? wuiiiih sebagai guru kelas enam saya apreciate ama cerpen ini

    BalasHapus
  4. hehehe..amati dan tuliskan.. buatkan tulisan tentang himawari dong :D :D :D

    BalasHapus
  5. Kak Rusydi : Wah, makasih kak...
    Kak Hima : ga punya gambar himawari... T_T

    BalasHapus
  6. keren..... keren......
    lanjutkan sist.....

    BalasHapus
  7. Hehehe...
    Tapi ini bukan cerbung, kak...
    Cuma cerpen...

    BalasHapus
  8. yahhh..liat gambar hima saja..hahaha

    BalasHapus

Thank you so much if you're going to comment my post, give advice or criticism. I'm so happy ^_^ But please don't advertising and comment with bad words here. Thanks !

♥ Aisyah