Latest Posts

Dimana Anak-Anak?

By 10.03 , ,

Bismillahirrahmanirrahim..

http://www.smileycodes.infoLiburan kali ini cukup membuatku bosan, sebagian besar waktu kuhabiskan di depan laptop, mengetik naskah lomba ‘Writing Contest’ yang kuadakan bersama Suci beberapa bulan yang lalu, pesertanya lumayan banyak, jadi butuh waktu cukup lama untuk mengetiknya. Selain itu, tugas dari ma’had menerjemahkan majalah Al-Furqan yang berbahasa Arab ke Bahasa Indonesia, memurajaah hafalan Al-Quran, membaca buku-buku, membantu umi di rumah, dll.


Tidak ada yang spesial, kecuali berkumpul bersama adik-adikku tersayang, Muadz, Zaenab dan Afifah, meski keberadaan mereka di rumah juga sama saja aktifitasnya denganku, oh tapi mereka sering menonton tv Rodja atau beberapa channel tv Islam juga, aku sih bukannya tidak mau, tapi terkadang saja ikut-ikutan, kalau sedang bete dengan naskah ketikan.

http://www.smileycodes.infoSejak beberapa pekan lalu, kucing milik adikku Afifah, melahirkan anak, nama kucingnya terakhir kali sih Reamur, tapi Afifah suka mengganti-gantinya, entah deh sekarang, dulu Muadz juga punya kucing jantan yang bernama Fahrenheit, tapi (kalau tidak salah) kabur, jadi tinggallah Reamur sendirian sampai akhirnya ia punya anak. Oya, kuakui, nama kucing adik-adikku memang aneh, dan entah siapa yang menginspirasi mereka sampai bisa diberi nama dengan satuan cuaca begitu, padahal dulu waktu aku masih memelihara kucing saja, namanya biasa, mainstream, Kitty. Saat Kitty punya anak, kuberi nama Wilbur, terinspirasi dari nama pembuat pesawat pertama kali, Wilbur Wright (memang tidak nyambung antara kucing dan pesawat) dan karena aku menonton kartun yang mana tokoh utamanya memiliki peliharaan bernama Wilbur.


Sejak liburan, aku lebih banyak beraktifitas di rumah, keluar jika ada keperluan mendesak saja, jadi aku tidak ikut bersama adik-adikku merawat kucing-kucing itu, sampai tadi pagi, nenekku yang tinggal bersebelahan dengan rumahku, datang dan langsung bertanya padaku dan umiku dengan nada khawatir, “Syah, lihat anak-anak? Kok gak ada dua di rumah..”,

“sedang ke bawah barangkali..” jawabku, Zaenab dan Afifah memang biasa main ke rumah bibiku di bawah, jadi ya mungkin mereka ke sana,

“memang tadi di mana, bu?” umiku menyahut dari dapur,

“tadi masih main di depan rumah, tapi sekarang tidak ada” ujar nenekku,

“masa’ hilang? apa mungkin diambil orang?” Tanya umiku, aku yang awalnya sedang fokus mengetik langsung menengok ke arah umiku, ‘diambil orang?’ aku langsung tertawa membayangkan kedua adikku, “kok diambil orang?” tanyaku dalam hati,

“emang siapa, mi?” umm, Muadz, Zaenab atau Afifah?

“kucing” jawab umiku cepat, 

“ha, kucing?” aku tertawa lepas, aih, kukira adik-adikku.. sebegitu khawatirnya-kah nenekku kehilangan ‘anak-anak’ kucing itu?

Namun saat umiku keluar rumah untuk menjemur pakaian, umi melihat anak-anak Reamur masih lengkap dan saat diberitahukan kepada nenekku, beliaupun langsung tenang. Maka saat itu juga aku langsung penasaran, ingin melihat anak-anak Reamur, terakhir kali aku melihatnya saat mereka baru berumur beberapa hari.


Ini Reamur


Reamur memiliki bulu berwarna campuran abu-abu dan oranye, dan saat ia memiliki 6 anak, bulu mereka hanya terdiri dari 2 macam : seluruhnya abu-abu dan seluruhnya oranye, yang berbulu abu-abu ada 4 ekor dan yang oranye 2 ekor. Mereka belum ada yang diberi nama, kata adikku, semuanya masih terlihat mirip, susah membedakannya, nanti saja kalau sudah sedikit lebih besar. Ketiga adikku sayang sekali pada keluarga Reamur ini, mereka membuatkan kandang dari kardus dan dilengkapi pintu masuk kecil di salah satu sisinya supaya anak-anak Reamur bisa keluar masuk dengan mudah.


Yang satu ini pemalu

Ini kembarannya



Siang tadi, bibiku yang tinggal di Jambi menelpon, menanyakan pada umiku kabar nenekku, kebetulan nenekku juga sedang di rumah, jadi sekalian saja langsung mengobrol, aku tidak memperhatikan apa yang mereka bicarakan, tapi aku sempat mendengar nenekku menyebut-nyebut soal ‘anak-anak’ lagi dan menceritakan betapa sayangnya nenekku pada mereka, sampai nenekku rajin memberi makan dan susu untuk mereka, dan kudengar bibiku juga tertawa.


Dia sedang sakit mata

Kata umi, dia seperti kelinci


Selesai menelpon, aku berbincang sebentar dengan nenekku, “jidah (panggilan nenekku, Bahasa Arab, artinya nenek), anak-anak kucingnya sudah diberi nama belum?” tanyaku,
“belum, masih pada kecil-kecil begitu..” jawab nenekku,

Aku tersenyum, “Ibunya nurut deh sama jidah, kalau disuruh duduk dia duduk, kalau disuruh keluar dia akan keluar..” lanjut nenekku.

Masya Allah, sungguh besar kasih sayang nenekku, bukan hanya pada anak-anaknya, cucu-cucunya, tapi juga pada hewan, bahkan tadi saat umiku membuat kue dan memberinya pada nenekku, nenekku memberi beberapa potong untuk Reamur, tapi sayangnya ia tak mau makan.


http://www.smileycodes.infoEh, tunggu deh, entah hanya perasaanku atau bagaimana, kurasa semua kucing memahami suatu kata yang bila kita mengucapkannya, ia akan mendekat, kata itu adalah, ‘ck, ck, ck..’ (paham maksudku, kan?), benar tidak? Soalnya dulu begitu yang kulakukan pada Kitty dan Wilbur, begitu juga saat tadi aku saat aku mengucapkannya, Reamur dan anak-anaknya langsung mendekat.

You Might Also Like

3 comments

  1. Lucu bangetttt

    di rumah ku ada 2 anak kucing
    hitam polos banget kayak kucing sailormoon

    namanya owo dan owi (Singkatan prabowo sama jokowi)
    wkwkwk

    BalasHapus
  2. Katanya sih hewan itu bukan mengeri bahasa manusia, tapi mengerti gestur dan nada bicara kita, makanya bisa dipanggil dan tahu kalau kita marah, hihihi :) Lucu-lucu kucingnya. Sykurlah gak hilang, ya. Soalnya anjing tetanggaku ada yang hilang. Sedih banget :')

    BalasHapus
  3. kak Aul : aih kreatif deh, kok bisa dinamain gitu sih? ^_^

    kak Indi : oh gitu ya kak, hhe.. baru tahu.. ^^ umm, emang sedih banget ya kalau kehilangan peliharaan kita..

    BalasHapus

Thank you so much if you're going to comment my post, give advice or criticism. I'm so happy ^_^ But please don't advertising and comment with bad words here. Thanks !

♥ Aisyah