Latest Posts

Backstreet 3 : Sakinah, Mawaddah wa Rahmah

By 08.29 , , , ,



Based on true story.
Bismillahirrahmanirrahim.

Semenjak malam itu, waktu terasa lama sekali berputarnya, sang putri masih berduka, air matanya masih juga belum berhenti mengalir, adapun sang pangeran masih tetap berusaha menghiburnya, meminta maaf berkali-kali. Disadari atau tidak, setiap ucapan maaf dan hiburannya itu sedikit demi sedikit mulai memperbaiki kembali kepingan hati yang telah hancur merapuh itu, bagaikan puzzle yang satu per satu saling melengkapi hingga lengkap seutuhnya, tak sesempurna sebelumnya memang, tapi paling tidak, ada sepotong hati yang baru di sana.

Saat tatanan hati itu telah utuh, sang puteri mulai membuka hatinya, memberikan secercah harapan bagi cintanya bersama sang pangeran, membangun lagi kenangan yang sekejap terhapus begitu saja, ia sadar ada yang harus ia lakukan, diam saja tidak akan mengubah apapun, namun sebuah tindakan dapat menentukan masa depan pernikahannya.

Lupakan sekejap dongeng-dongeng percintaan yang melodramatis itu, sungguh saat ini sang puteri memiliki sebuah alasan yang lebih dari cukup untuk memutuskan mitsqalan ghalidza yang telah mereka genggam bersama selama kurang lebih 6 tahun ini, perceraian. Bagaimana tidak, ini tentang perselingkuhan, kawan.. sebuah hubungan haram yang dilakukan oleh seorang pangeran yang telah mendapat cinta dan kepercayaan seorang puteri shalihah seutuhnya. Ini jauh lebih menyakitkan daripada apabila sang pangeran menikah lagi, menjalani hubungan cinta yang halal dengan wanita lain, maka sang puteri akan ridha menerimanya, meski disertai linangan air mata.

Namun dengan bijak sang puteri menyadari bahwa hidupnya bukan dongeng, sekalipun hidup ini cerita, ia tak ingin kisah cintanya berakhir tragis seperti dongeng-dongeng itu. Perceraian? Pikiran itu mungkin pernah terbesit dalam jiwanya yang saat itu sedang kalut, akan tetapi saat ia menatap si mujahid kecil, gagasan itu terhapus sempurna, ada banyak hal yang lebih penting untuk dipikirkan dan didahulukan, masa depan dan kondisi psikologis si mujahid kecil, nama baik orang tua dan keluarga besarnya, hubungan pertemanannya dengan Raisa, dan perasaan sang pangeran. Pangeran yang saat pertama ia berjumpa, ada harapan agar ialah pengeran pangeran pertama dan terakhir yang akan terpatri di hatinya, selamanya.

Sang puteri memaafkan sang pangeran.

Ia tulus, benar-benar tulus melepas kekhawatiran yang membebani jiwanya, ia mengesampingkan egonya untuk perkara yang jauh lebih penting, Insya Allah. Ia memutuskan untuk kembali membuka lembaran baru dalam hidupnya. Sang pangeran berbinar, Masya Allah, Maha Suci Rabb yang telah menitipkan sesosok bidadari tanpa sayap yang begitu setia di sisinya. Maka ia menyesal, teramat menyesal telah mencampakkannya.

Aku mengenalnya melalui facebook, aku tahu ia sudah menikah namun ia wanita yang baik, hafidzah dan lulusan pesantren ternama, kami mulai berhubungan lebih akrab melalui pesan pribadi, setan menghasut kami setiap hari, setan menghiasi dirinya dalam pikiranku membuatku menganggapnya lebih cantik dari dirimu, kekhilafanku yang terbesar adalah saat aku memutuskan ingin menikahinya hingga ia berani meminta khulu’ dari suaminya dan bercerai. Saat itu tiba-tiba Allah menyadarkanku, Allah menghadirkan sosokmu dan si mujahid kecil dalam hatiku, ia tidak sebaik yang kukira, ia tidak sebaik dirimu, semua bayangan indah yang setan hiasi lenyap seketika, wanita yang tidak setia pada suaminya tidak akan setia pula padaku, aku menyesal. Aku salah. Aku khilaf. Maafkan aku.., demikian penjelasan sang pangeran.

Aku mengerti, sayang.. Tenang saja, aku memaafkanmu.. bahkan jauh sebelum engkau mengucapkan kata maaf itu.. Karena aku tidak ingin ada yang tersakiti dalam cerita cintaku. Sungguh Maha Suci Rabb yang telah menitipkan sekeping cinta yang tak begitu kokoh dalam hatiku untukmu, semburat rona kemerahan muncul di pipi sang puteri, ia tersenyum tulus,

Apakah engkau mencintaiku?

Eh? Apa maksudnya? Tentu saja..

Aku sangat mencintaimu..

Lebih..

Lebih, lebih, lebih.. aku menang. Kini engkau tidak bisa mengalahkan cintaku padamu..

Hahaha.., sang puteri tertawa lepas,

Adapun sang pangeran terdiam, ia bahagia sekali dapat kembali menatap teduhnya wajah ceria itu, senyum dan tawanya yang begitu ia rindukan.. Masya Allah, Tabarakallah.. kini luka itu telah sempurna tertutup, keadaan telah membaik, semua akan kembali seperti semula, Insya Allah.

Sang pangeran berbisik dalam hati, ya Allah, jagalah ia untukku.
Ucapan itu seketika menembus langit tanpa batasan bagaikan anak panah yang melesat bersama satu simbol : Amin!

And become us 


Kau tau? Perjalanan hidup manusia bak sebuah buku, sampul depan kelahiran dan sampul belakang adalah kematian. Adapun lembaran-lembaran di dalamnya adalah hari-hari yang telah, sedang dan akan dilalui.. seburuk dan sekusut apapun lembaran yang telah berlalu, selalu ada lembar baru yang masih kosong untuk diisi, memperbaiki dan mengambil pelajaran dari apa yang telah terjadi kemarin agar lebih baik di kemudian hari.

Tidak ada kata terlambat. Kita tidak mungkin lepas dari dosa, bukankah manusia memang tempatnya salah dan lupa? Namun yang menjadi tugas kita adalah menghindari episode-episode pembangkangan yang berkelanjutan.. kewajiban kita adalah terus memperbaiki diri setiap saat, itulah saat yang tepat untuk dapat dikatakan ‘dalam rangka’ beribadah.

Setiap kesulitan pasti diikuti oleh kemudahan, itu janji Allah. Tinggal bagaimana kita, seberapa percaya dan berbaik sangka kita pada-Nya.. Bukankah Ia dalam persangkaan hamba-Nya?

Segala sesuatu memiliki 2 sisi berlawan seperti koin, ada sisi baik dan ada sisi buruk, semua tergantung dengan seberapa bijak kita dalam memanfaatkannya.. pun media sosial, boleh jadi kita mengambil himah darinya, dan boleh jadi pula kita terjerumus dalam fitnah di dalamnya.. maka berhati-hatilah menjaga hati, kita makhluk yang selalu lupa namun setan –yang sejatinya musuh kita- tidak pernah lupa, ia dan nenek moyangnya telah begitu berpengalaman ribuan tahun menggoda manusia, mengajak manusia untuk ikut menemaninya di Jahannam, Naudzubillah..

Maka berbuat adillah, saudariku.. tempatkan sesuatu pada tempatnya, ambil yang bermanfaat dan tinggalkan yang ber-mudharat.. bertakwalah di manapun engkau berada, ikutilah keburukan dengan kebaikan dan pergauli manusia dengan pekerti yang baik.

Milikilah hati yang cantik, tak peduli apakah orang lain menyadari kecantikan itu atau tidak, yang jelas kecantikan seperti inilah yang akan abadi, tak akan lekang di makan zaman, insya Allah.

Look back and thank Allah.
Look forward and trust Allah.
Allah closes the door that no one can open.
Allah opens the door that no one can close.


Wallahu A’lam.
Selesai.

You Might Also Like

0 comments

Thank you so much if you're going to comment my post, give advice or criticism. I'm so happy ^_^ But please don't advertising and comment with bad words here. Thanks !

♥ Aisyah