Latest Posts

Backstreet Part 1 : I Believe in You

By 22.37 , , , ,



Based on true story.
Bismillahirrahmanirrahim.

Kisah ini berawal dari sebuah pernikahan yang sakinah, mawaddah wa rahmah. Sepasang insan Allah bersamakan dalam mahligai rumah tangga yang harmonis setelah melewati beberapa waktu yang tidak lama untuk khitbah dan ta’aruf.

Seorang gadis shalihah kini berganti status dari single menjadi menikah, Masya Allah, Tabarakallah.. betapa beruntungnya pangeran yang berhasil memiliki hatinya seutuhnya, karena aku tahu, aku amat tahu bagaimana kesempurnaan akhlak dan agamanya. Maka dimulailah lembaran baru kehidupan mereka bersama.

Kedua insan yang baik, mereka saling menyayangi dan mengasihi layaknya puteri dan pangeran, mereka menjalani hari-hari kebersamaannya dengan penuh cinta. Hingga suatu saat Allah melengkapi kebahagiaan mereka dengan lahirnya si buah hati, mujahid kecil bagi umi-abi.

Episode demi episode berlalu dengan happy, momen demi momen berharga terpatri dalam jiwa, Masya Allah, keluarga kecil yang indah. Seolah Allah menciptakan sebuah pohon cinta bagi sepasang insan tersebut yang mereka rawat tiap waktu. Kau tahu? Bila engkau mengenal mereka, engkau akan melihat bahkan setelah berlalu beberapa tahun setelah hari pernikahan mereka, mereka masih tetap romantis seperti baru saja menikah, mereka sering saling memberi hadiah atau kejutan kecil satu sama lain, sekuntum bunga dari sang pangeran, masakah hasil eksperimen resep baru dari sang puteri. Ah, mungkin inilah sebab langgengnya kebahagiaan mereka.

Masalah-masalah kecil memang ada, dan akan selalu ada, bukan? Tapi mereka selalu berhasil menghadapinya dengan mudah, seolah masalah hanya sebagai asam-garam kehidupan saja, tak menjadi beban yang berarti. Tabarakallah, betapa luasnya rahmat yang Allah karuniakan pada mereka. Bagaimana tidak? Sang puteri yang senantiasa terjaga dalam istananya, ia patuh akan perintah kekasihnya, ia merawat segala hal dengan penuh kelembutan, adapun sang pangeran, ia ikhlas menghabiskan banyak waktu di luar rumah demi menghidupi sang puteri dan mujahid kecilnya, ia begitu dermawan dan ringan tangan, tak pernah mengkhawatirkan hal yang telah Allah tetapkan untuknya, dan mungkin karena itulah Allah mudah sekali menghamparkan rezeki bagi mereka, selalu ada saja surprise berupa rezeki yang datang dari arah yang tidak disangka-sangka.

Berlalu sudah 6 tahun usia pernikahan mereka, semua tampak begitu sempurna, sungguh sang puteri tak putus-putusnya memuji Allah akan segala nikmat dan anugerah yang tak pernah terputus dalam tiap hari-harinya. Tak pernah ada sesal sedikitpun dalam dirinya setelah pernikahan itu, bahkan tiap kali ia terbangun dari tidurnya kemudian menemukan sang pangeran dan si mujahid kecil di sisinya, ia amat lega, ia sangat bersyukur untuk keberadaan keduanya sebagai mozaik yang melengkapi kehidupannya, kini sempurnalah baginya semua kebahagiaan, Masya Allah.

Sang puteri adalah gadis yang shalihah, ia tak ingin kebaikan menyelimuti diri dan keluarganya saja, ia sayang pada kawan-kawannya, ia juga mencintai setiap muslimah dan setiap orang yang dikenalnya karena Allah. Ia berharap bisa masuk syurga bersama mereka semuanya.. karenanya ia tak pernah berhenti mengingatkan kami banyak hal, tentang syurga, neraka, kehidupan akhirat, hisab, mahsyar, semuanya.. membuat kami lebih mencintai Allah dan Rasul-Nya di atas segala sesuatu.

It's you !

Suatu hari, ia membuka HP sang pangeran, ada satu foto poster dakwah yang telah ia lihat sebelumnya dan hendak ia fordward ke HP nya untuk kemudian disebarkan lagi kepada teman-temannya. Ia telah mengirim foto poster dakwah itu.. kemudian Qadarullah tanpa sengaja, benar-benar tak sengaja jarinya menyentuh sebuah foto lain, ternyata hanya sebuah bukti transfer.. ia membaca sekilas, rupanya sang pangeran baru saja mentransfer sejumlah uang (dengan nominal jutaan) dengan keterangan shadaqah ditujukan kepada seseorang dengan nama nasabah Raisa Ummu Fathi.. eh, Raisa? Bukankah itu nama salah satu teman kecilnya?

Ah, jangan suudzon, hanya sama suku pertama namanya saja, lagipula ini bukti transfer shadaqah, mungkin ia seorang janda yang memang membutuhkan bantuan, pikirnya. Ia sempat sedikit penasaran, karena biasanya sang pangeran selalu mendiskusikan segala hal sebelum memutuskannya, namun ia langsung menepisnya segera.. ia mencari banyak alasan untuk husnuzon, mungkin sang pangeran lupa menyampaikan, ia percaya padanya, ia amat sangat percaya bahwa sang pangeran tidak mungkin melakukan suatu hal yang dilarang agama, kecuali Allah menghendaki.

Sang putri melupakan kejadian itu tak berapa lama hingga beberapa hari kemudian, seorang teman menghubunginya melalui whatsapp, teman kecilnya, Raisa. Deg! Sesuatu bergetar dalam hatinya, teman kecil (mereka bertemu di taman kanak-kanak) yang sudah tidak bertemu selama 10 tahun tiba-tiba menghubunginya, darimana ia mendapat nomornya? Tidak ada apa-apa, tidak ada yang perlu dikhawatirkan, Insya Allah, ini hanya kebetulan.. ujarnya dalam hati. Hubungan pertemanan yang telah lama terputus karena jauhnya jarak kini mulai bersemi kembali, itu yang ia harapkan.

Teman kecilnya itu, Raisa, menceritakan banyak hal, ia bilang bahwa ia telah menyelesaikan sekolahnya di salah satu pesantren ternama dan telah menghafal Al-Quran seluruhnya (hafidzah), sang puteri senang mendengarnya, ia yakin bahwa kawannya telah menjadi sosok yang lebih baik darinya, eh lalu bagaimana statusnya saat ini? Apakah ia sudah menikah juga?

Sudah, jawab Raisa, namun sudah bercerai..

Eh, kenapa?, Sang puteri berusaha untuk tetap husnudzon.

Aku yang minta khulu’ karena aku berselingkuh dengan lelaki lain, lanjutnya tanpa beban.

Astaghfirullah Raisa, bagaimana mungkin? Kamu tau perbuatan itu merupakan dosa besar, kan? Kamu jauh lebih mengerti agama dariku..

Aku tahu, tapi aku tidak mencintai suamiku, lelaki itu jauh lebih mencintaiku, ia berjanji akan menikahiku jika aku bercerai dengan suamiku..

Sang puteri tak habis pikir, ia beristighfar berkali-kali, mengingatkan kawannya untuk kembali ke jalan yang benar, menjalani cinta yang halal.. namun tak disangka, Raisa malah beberapa kali menjawab dengan kata-kata kasar, Subhanallah, Innalillah.. musibah apa ini? Tak pernah sekalipun ia menyangka bahwa salah satu kawannya akan ada yang sampai berani melakukan perbuatan keji seperti itu tanpa perasaan bersalah sama sekali meski ia berkali-kali mengingatkan.

Namun setelah bercerai, lelaki itu meninggalkanku, ia menyelisihi janjinya, ia menikah dengan perempuan lain dan telah memiliki anak. Kini aku tinggal di Jakarta, aku sudah tidak memakai hijab panjang dan cadar lagi, aku datang ke sini sendirian untuk membalas dendamku, untuk menghancurkan rumah tangganya sebagaimana ia telah merusak rumah tanggaku, kau tau bagaimana terlukanya aku?

Astaghfirullah, Istighfar saudariku.. kau tahu, mungkin itu semua petujuk bahwa lelaki itu bukan jodoh yang Allah tentukan untukmu, sekarang yang bisa engkau lakukan hanya bertaubat pada Allah untuk khilaf yang telah terjadi.. meski lelaki itu telah berbuat keji padamu, bukan berarti engkau boleh membalas perbuatan sebagaimana yang telah ia lakukan, engkau hanya akan mendzalimi istri dan anaknya..

Raisa tak peduli, ia tetap pada pendiriannya.. semakin ia menegurnya, selembut apapun itu, Raisa malah sebaliknya, ia semakin sering melontarkan kata-kata kasar begitu ringannya, sang puteri yang begitu halus perasaannya tak sanggup membaca perkataan semacam itu, akhirnya ia memutuskan untuk mengakhiri pembicaraannya dan mengalihkan ke topik lain.


Raisa yang tahu bahwa sang puteri tinggal di Jakarta berniat ingin berkunjung ke rumahnya karena katanya ia hanya sendirian di sini, sang puteri menyambut dengan senang hati dan berjanji akan izin pada sang pangeran terlebih dahulu sebelum ia berkunjung, meski ada ragu yang mendera, ia berharap memiliki saat yang tepat untuk mengingatkannya, berdialog dari hati ke hati nantinya, bagaimanapun juga ia teman kecilnya, ia akan tetap menyayanginya karena Allah.

Besambung Insya Allah...

You Might Also Like

0 comments

Thank you so much if you're going to comment my post, give advice or criticism. I'm so happy ^_^ But please don't advertising and comment with bad words here. Thanks !

♥ Aisyah