Latest Posts
Bismillahirrahmanirrahim..



Rangkaian kata ini, kutulis dengan segenggam asa yang kuharap tak pernah padam.

Untukmu wahai saudari..
Tak ada kata sengaja dalam kisah ini..
Aku datang bersama hidupku, dan kau datang bersama kisahmu..
Tak serupa, namun kita tetap sama..
Begitulah aku dan kamu pada awal kisah, sebelum akhirnya menjadi 'kita'..
Dan hari itupun datang..
Hari dimana kita berbicara tanpa saling kenal..
Seperti yang telah kukatakan, tak ada kata sengaja..
Hari berikutnya, masih tetap sama..
Dalam keadaan yang juga tak sengaja, kita kembali berjumpa..
Hingga pada akhirnya, kita berjumpa dan bahkan berbicara dalam keadaan saling mengenal..
Bukankah itu sebuah anugerah?
Kita bertukar sapa, bercerita, bercanda, bahkan menangis bersama.
Kisah ini, yang kuharapkan tetap sama..
Seperti hari-hari lalu, hingga esok, lusa dan juga nanti..
Kisah ini, yang selalu kujadikan doa, agar dapat menjadi jembatan menuju jannah-Nya..


Aku dan kamu.. kita.. adalah teman.
Kita datang dalam keadaan berbeda..
Lalu merajut kisah, hingga kitapun menjadi sama..
Memang tak ada kata sengaja dalam pertemuan lalu, namun juga tak ada kata menyesal setelahnya.
Pertemanan yang indah..
Yang kita lukis dengan menyertai nama-Nya..
Yang kita iringi dengan ketaatan kepada-Nya..
Kisah ini..
Kisah tanpa sengaja ini..
Yang kuharap dapat tetap kokoh,
Tak terkikis termakan waktu, tak pudar terbatas jarak..
Sampai kapanpun, julukan teman terindah itu akan tetap ada..
Mari kita bergenggaman tangan,
Karena teman indah sepertimu,

Terlalu sayang bila kita lepas genggaman sebelum sampai jannah-Nya.
Bismillahirrahmanirrahim..


S : Berapa jumlah Surah dlm al-Qur'an ?
J : 114 Surah

S : Berapa jumlah Juz dlm al-Qur'an ?
J : 30 Juz

S : Berapa jumlah Hizb dlm al-Qur'an ?
J : 60 Hizb

S : Berapa jumlah Ayat dlm al-Qur'an ?   
J : 6236 Ayat

S : Berapa jumlah Kata dlm al-Qur'an ?, dan Berapa Jumlah Hurufnya ?   
J : 77437 Kata, atau 77439 Kata dan 320670 Huruf

S : Siapa Malaikat yang disebut dlm al-Qur'an ?,    
J : Jibril, Mikail, Malik, Malakulmaut, Harut, Marut, Al-Hafazoh, Al-Kiromulkatibun
HamalatulArsy, dll.

S : Berapa Jumlah Sajdah (ayat Sujud) dlm al-Qur'an?   
J : 14 Sajdah

S : Berapa Jumlah para Nabi yg disebut dlm Al-Qur'an ? 
J : 25 Nabi

S : Berapa Jumlah Surah Madaniyah dlm al-Qur'an ?, sebutkan.  
J : 28 Surah, al-Baqoroh, al-Imron, al-Nisa" al-Maidah, al-Anfal, al-Tawbah, al-Ra'd, al-Haj, al-Nur, al-Ahzab, Muhammad, al-Fath, al-Hujurat, al-Rahman, al-Hadid, al-Mujadilah, al-Hasyr, al-Mumtahanah, al-Shaf, al-Jum'ah, al-Munafiqun, al-Taghabun, al-Thalaq, al-Tahrim, al-Insan, al-Bayinah, al-Zalzalah, al-Nashr.

S : Berapa Jumlah Surah Makiyah dlm al-Qur'an ?sebutkan.    
J : 86 Surat, selain surah tersebut di atas.

S : Berapa Jumlah Surah yg dimulai dgn huruf dlm al-Qur'an ?    
J : 29 Surah.

S : Apakah yg dimaksud dgn Surah Makiyah ?, sebutkan 10 saja.
J : Suarah Makiyah adalah Surah yg diturunkan sebelum Hijrah, seperti : al-An'am, al-Araf, al-Shaffat, al-Isra', al-Naml, al-Waqi'ah, al-Haqqah, al-Jin, al-Muzammil, al-Falaq.

S : Apakah yg dimaksud dgn Surah Madaniyah? sebutkan lima saja ?    
J : Surah Madaniyah adalah Surah yg diturunkan setelah Hijrah, seperti : al-Baqarah, al-Imran, al-Anfal, al-Tawbah, al-Haj.

S : Siapakah nama para Nabi yg disebut dlm Al-Qur'an?
J : Adam, Nuh, Ibrahim, Isma'il, Ishaq, Ya'qub, Musa, Isa, Ayub, Yunus, Harun, Dawud, Sulaiman, Yusuf, Zakaria, Yahya, Ilyas, Alyasa', Luth, Hud, Saleh, ZulKifli, Syuaib, Idris, Muhammad Saw.

S : Siapakah satu-satunya nama wanita yg disebut namanya dlm al-Qur'an?     
J : Maryam binti Imran.

S : Siapakah satu-satunya nama Sahabat yg disebut namanya dlm al-Qur'an?    
J : Zaid bin Haritsah.

S : Apakah nama Surah yg tanpa Basmalah?    
J : Surah at-Taubah.

S : Apakah nama Surah yg memiliki dua Basmalah?     
J : Surah al-Naml.

S : Apakah nama Surah yg bernilai seperempat al-Qur'an?
J : Surah al-Kafirun.

S : Apakah nama Surah yg bernilai sepertiga al-Qur'an?
J : Surah al-Ikhlas

S : Apakah nama Surah yg menyelamatkan dari siksa Qubur?
J : Surah al-Mulk

S : Apakah nama Surah yg apabila dibaca pada hari Jum'at akan menerangi sepanjang minggu ?
J : Surah al-Khafi

S : Apakah ayat yg paling Agung dan dlm Surah apa?
J : Ayat Kursi, dlm Surah al-Baqarah ayat No.255

S : Apakah nama Surah yg paling Agung dan berapa jumlah ayatnya ?
J : Surah al-Fatihah, tujuh ayat.

S : Apakah ayat yg paling bijak dan dlm surah apa?
J : Firman Allah Swt :" Barang siapa yg melakukan kebaikan sebesar biji sawi ia akan lihat, Barang siapa melakukan kejahatan sebesar biji sawi ia akan lihat, Surah al-Zalzalah ayat 7-8.

S : Apakah nama Surah yg ada dua sajdahnya ?
J : Surah al-Haj ayat 18 dan ayat 77.

S : Pada Kata apakah pertengahan al-Qur'an itu di Surah apa ?
ayat no Berapa ?
J : وليتلطف Surah al-Kahfi ayat No. 19.

S : Ayat apakah bila dibaca setiap habis Shalat Fardhu dpt mengantarkannya masuk ke dalam surga ?
J : Ayat Kursi.

S : Ayat apakah yg diulang-ulang sbyk 31 kali dlm satu Surah dan di Surah apa ?
J : Ayat  فبأي آلاء ربكما تكذبانِ ) pada Surah al-Rahman.

S : Ayat apakah yg diulang-ulang sbyk 10 kali dlm satu Surah dan di surah apa ? Apakah ayat ini ada juga disebut dlm surah lainnya? Di Surah apa ?
J : Ayat ( ويل يومئذ للمكذبين ) pada Surah al-Mursalat, juga ada dlm Surah al-Muthafifin ayat No. 10.

S : Apakah Ayat terpanjang dlm al-Qur'an ? pada Surah apa? Ayat berapa?
J : Ayat No 282 Surah al-Baqarah.

Wallahu A’lam
Semoga bermanfaat.
Bismillahirrahmanirrahim..


Waktu berlalu begitu halus menipu.

Tadi pagi belum sempat dzikir pagi tau-tau sudah menjelang siang.
Belum sempat sedekah pagi matahari sudah meninggi.

Rencananya jam 9.00 mau sholat Dhuha, tiba-tiba adzan Dzuhur sudah terdengar. Pengennya sih setiap pagi menghabiskan baca 1 juz Al-Qur'an, menambah hafalan satu hari satu ayat... Tapi ya itu, "pengennya itu" sudah setahun yang lalu dan kebiasaan itu belum terlaksana.

Ada sebenarnya komitmen diri, tidaklah berlalu malam kecuali dengan tahajud dan witir, sekalipun hanya 3 rakaat singkat saja. Dan komitmen itu belum dilaksanakan sejak 2 tahun lewat.

Dulu juga pernah terpikir punya anak asuh, entah yatim apa miskin yang di santuni tiap bulannya.

Ya karena kesibukan lupa merealisasikannya, dan itu sudah berlangsung sekitar 3 tahunan yang lalu...

Akan terus beginikah nasib "hidup" kita menghabis-habiskan umur?!
Berhura-hura dengan usia?! Tiba-tiba masuklah usia di angka 30 sebentar kemudian 40 tahun.


Tak lama terasa kemudian orang memanggil kita dengan sebutan "Kek... Nek..." pertanda kita sudah tua.
Uban yang mulai menghias kepala, keriput yang menghias kulit, tenaga yang tidak lagi seberapa.

Menunggu ajal tiba…
Sejenak mengintip catatan amal yang kita ingat pernah berbuat apa. Astaghfirullooh…
Tak seberapa, sedekah dan wakaf juga sekedarnya…

Jika demikian…
Apakah ruh tidak melolong menjerit saat harus berpisah dari tubuh...?!
Tambahkan usiaku Yaa Allooh...
Aku butuh waktu untuk beramal dan berbekal …
Belum cukupkah menyia-nyiakan waktu selama 30, 40, 50 atau 60 tahun ?

Butuh berapa tahun lagi untuk mengulang pagi, sore, hari, minggu, bulan, dan tahun yang sama, tanpa pernah merasa kehilangan kesempatan untuk menghasilkan pahala di setiap detiknya. Tidak akan pernah cukup 1000 tahun bagi yang terlena...
Astaghfirullooh….

Robbanaa Taqobbal Minnaa.
Ya Allooh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin.
Semoga Bermanfaat.

Sumber : Broadcast dakwah whatsapp.
Bismillahirrahmanirrahim..


رفعت الأقلام
و جفت الصحف

Pilih dicintai atau mencintai?
Pertanyaan klasik yang membuat banyak orang terpekur bingung.. akupun demikian, tapi belum lama ini aku menemukan sebuah pertanyaan yang menurutku jauh lebih sulit untuk dijawab,
‘pilih menolak atau ditolak?’
Ya Allah, kalau boleh menjawab versiku sendiri tentu aku memilih kedua pilihan di pertanyaan pertama dan menolak kedua pilihan di pertanyaan kedua.

Aku tidak ingin disakiti ataupun menyakiti, aku tidak ingin ada yang tersakiti dalam cerita cintaku, tapi dalam hal pernikahan, tentu saja pasti bermunculan penolakan-penolakan, berat memang, untuk menolak ataupun ditolak, tapi bila kita pikir-pikir lagi, bukankah sebenarnya itu indah? Allah menganugerahkan kecondongan dalam hati sehingga ia tahu kapan dan dimana harus berlabuh, ia begitu otomatis dalam mengenali hati mana yang cocok menjadi potongan yang akan melengkapinya.

“You are not my fate..”
Ini adalah alasan paling masuk akal tentang sebab mengapa ada penolakan, entahlah.. mungkin semacam alarm alam yang Allah titipkan dalam hati tiap insan untuk menjadi kompas dalam menemukan hati mana yang memang telah tersanding dan tercatat dalam lauh mahfudz untuknya.

Penikahan..
Subhanallah, betapa indahnya kalimat itu diucapkan, bersuanya dua insan yang pada awalnya saling asing satu sama lain dalam suatu ‘mitsqalan ghalidza’, ikatan suci yang kuat dalam rangka melaksanakan sunnah Rasul sekaligus menjadi ibadah yang boleh jadi sekali memutuskan untuk memulai, temponya bisa amat lama sekali, terkadang bahkan bisa seumur hidup.
Bersatunya dua keluarga menjadi saudara, kemudian kedua insan yang bersangkutan itu memisahkan diri –meski bukan berarti benar-benar berpisah- untuk mulai membangun keluarga baru. Terus demikian hingga akhir kehidupan manusia.

Nampak simpel bukan? Dan demikianlah adanya, kata umiku, sebenarnya pernikahan seharusnya memang sesimpel itu saja.. memang pasti ada pertimbangan-pertimbangan khusus dalam memilih pasangan yang akan menjadi teman seumur hidup, sebagaimana Rasulullah shallallahu alaihi wasallam juga pernah mengatakan, bahwa hal yang perlu dipertimbangkan dari wanita yang akan dinikahi ada 4 hal : kecantikannya, hartanya, keturunannya dan agamanya. Agama, meski disebutkan terakhir namun ujar beliau, itulah yang terpenting. Masya Allah..

Namun kenyataan yang terjadi sekarang ini, sayangnya tidak demikian, banyak faktor yang menjadi dorongan dalam kriteria memilih pasangan untuk pernikahan, yang apabila ditulis, entah berapa lembar yang akan terisi, syarat-syarat yang tidak semudah membalikkan telapak tangan semua isinya, dan kebanyakan berorientasi ke sesuatu yang fana saja, harus lulus sarjana, harus punya rumah, punya pekerjaan tetap, harus begini, harus begitu, dan lain sebagainya, seolah mereka lupa bahwa menikah adalah ibadah..

Atas dasar inilah banyak terjadi penolakan, ketika tidak tercapainya harapan yang terlalu tinggi, manusia memang egois kan? Tak dapat dipungkiri bahwa kita salah satunya.. bagaimana tidak, seringkali kita lupa bahwa tidak ada manusia yang sempurna, kau pasti bercanda, mengharapkan pasangan hidup seperti yang diceritakan dalam dongeng..

Lalu bagaimana bila memang kriteria sudah kita ringkas sesederhana mungkin, namun tetap tidak ada dalam dirinya? Haruskah penolakan? Tentu saja, apa lagi? Meski sebenarnya itu seharusnya menjadi pilihan terakhir, setelah sekian banyak pertimbangan tentunya.. dan dengan cara penyampaiannya yang baik.

Baiklah, akan kuceritakan sesuatu, aku mengenal baik seorang gadis yang ia harus mengalami keempat rasa itu sebelum menemukan cinta sejatinya, dicintai, mencintai, menolak dan ditolak –dalam ikatan yang suci tentunya, pernikahan, bukan pacaran-.. tapi ia menghadapi semua itu dengan Ridha akan takdir-Nya, ia terus berusaha memperbaiki diri, ia yakin bahwa jodoh yang telah ditentukan Allah tidak akan tertukar, maka ketika sang pangeran yang telah Allah sandingkan namanya di Lauh Mahfudz itu tiba pada waktunya, kedatangannya itu menjadi hadiah yang amat menakjubkan baginya, Allah menjadikannya bidadari di sisinya, dan itulah saat dimana kedua hati itu akan berbisik, “you are my fate..”


Eh, lalu bagaimana denganku? Umm, jujur saja, aku hanya berharap dibersamai dengan sesosok Faaris Ahlam yang dapat membimbingku hidup di atas Islam dan Sunnah sehingga Syurga akan terasa begitu dekat saat bersamanya, pangeran yang diridhai oleh kedua orang tuaku tentunya, karena ridha Allah ada pada ridha keduanya kan? Aku percaya pada pilihan kedua orangtuaku, aku akan menerimanya, siapapun itu, insya Allah.

Oya aku jadi ingat perkataan seorang sahabat, katanya orang tua itu selalu lebih tahu dimana letak kebahagiaan anaknya dibanding anak itu sendiri, karena bagaimanapun juga orang tua pasti selalu menginginkan yang terbaik untuk anaknya.

So how is my fate? Ngg, kelak bagaimana pernikahanku nantinya ya? Akankah aku merasakan ‘dicintai, mencintai, menolak dan ditolak’ juga? Ah, pertanyaan menarik, Masya Allah, tapi aku tidak tahu dan belum ingin tahu jawabannya.. Eh, aku tidak tahu bagaimana wajahku saat ini #memerah. Sudah ah, yang terpenting aku jalani kehidupanku sekarang sebaik-baiknya sampai masa itu tiba. Yang jelas aku percaya bahwa,
رفعت الأقلام
و جفت الصحف

Pena takdir telah diangkat,
Dan lembaran Lauh Mahfudz telah kering..
Tak akan ada yang mengubahnya kecuali Allah.
Wallahu A’lam.
Bismillahirrahmanirrahim..


MENULIS ADALAH MENASEHATI DIRI SENDIRI                       DIMANA REMAJA PADA ZAMAN INI,   MULAI KEHILANGAN JATI DIRI

Oleh:  Shofia Az-Zahra

Menggoreskan pena bertinta, adalah kegiatan yang telah kuwajibkan untuk diriku sendiri,
Namun sepertinya, bakat itu terpendam tanpa arti
Di palingkan oleh kesibukan lainnya..
Entahlah. Apa awal dari segala kerumitan ini,
Siapa peduli?
Emosi seorang remaja, memang labil.

Aku telah banyak membaca, banyak mempelajari, banyak mendengar dan banyak memahami.
Namun, aku sepenuhnya gagal mengelola alam sadarku,
Untuk patuh pada nilai-nilai kebenaran yang kuyakini.

PENGEJAR CINTA!
Begitu hebatnya gelar itu bila dilekatkan pada diriku.
Tapi, apalah arti cinta terhadap sesama manusia-
Tanpa keridhoan yang Maha Pencipta?
Apalah gunanya cinta,
Bila ia hanya segumpal rasa yang dibalut nafsu dan syahwat belaka?
...

Ya Tuhan..
Aku sempurna tertikam
Oleh ilusiku sendiri.
Pengkhianatan oleh hatiku
Yang sibuk menguntai simpul
Pertanda cinta.

Aku baru sadar,
Bahwa kecerdasan tak hanya berguna untuk lebih mudah memahami nilai-nilai agama,
Kecerdasan bukan hanya untuk menyelami detil-detil ilmu fikih secara lebih mendalam.
Tapi,
Kecerdasan kadang menjebak manusia untuk menemukan berbagai alasan
Demi membenarkan membenarkan perilaku-perilaku buruknya!

KINI,
Aku harus menyibukkan diri,
Membunuh dengan tega setiap kerinduan itu muncul,
Ya Tuhan..  berat sekali melakukannya..
Sungguh berat.
Karena itu berarti,
Aku harus menikam hatiku setiap detik.

"Wahai dunia,
Rayulah selain diriku.
Karena aku telah men-talakmu
Sebanyak tiga kali."



Malam itu, ia bilang, 'menulislah!'
"Tulislah apa adanya. Karena, ide penulisan tak bisa dipaksakan."
Maka kini, aku telah merealisasikannya.

Hanya ingin menulis.
Tidak semua yang kutulis adalah aku.
Dan tidak semua yang kau baca adalah kau.
Terkadang aku menulis tentangmu,
Tapi kau malah membaca itu adalah aku.
Sepertinya, kau tidak akan pernah membaca tulisan
Yang benar-benar kutujukan untukmu.

Thursday, 27th October 2016

16:00
Bismillahirrahmanirrahim..


1)- Ketika kita mengeluh :
“Ah mana mungkin….
Allah menjawab :
“Jika AKU menghendaki, cukup Aku berkata“Jadi”, maka jadilah (QS. Yasin ; 82)

2)- Ketika kita mengeluh :
“Wah, letih sekali….
Allah menjawab :
“…dan KAMI jadikan tidurmu untuk istirahat.” (QS.An- Naba :9)

3)- Ketika kita mengeluh :
“Berat sekali ya, gak sanggup rasanya…
Allah menjawab :
“AKU tidak membebani seseorang, melainkan sesuai dgn kesanggupan.” (QS. Al-Baqarah : 286)

4)- Ketika kita mengeluh :
“Stress nich, bingung?!
Allah menjawab :
“Hanya dengan mengingatKu hati akan menjadi tenang”. (QS. Ar-Ra’d :28)

5)- Ketika kita mengeluh :
“Yah, ini mah bakal sia-sia..deh! ”
Allah menjawab :
”Siapa yg mengerjakan kebaikan sebesar biji dzarahpun, niscaya ia akan melihat balasannya”. (QS. Al- Zalzalah :7)

6)- Ketika kita mengeluh :
“saya sendirian, gak ada seorgpun yang mau membantu…
Allah menjawab :
“Berdoalah (mintalah) kepadaKU, niscaya Aku kabulkan untukmu”. (QS. Al-Mukmin :60)

7)- Ketika kita mengeluh :
“Sedih sekali rasanya…
Allah menjawab :
“La Tahzan,..Innallaha Ma’ana... Janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Allah beserta kita:. (QS. At-Taubah :40)

8)- Ketika kita mengeluh :
“Ampun..susah banget ini kerjaan…
Allah menjawab :
sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan” (QS. Al-Insyirah:6-7).

Selalu ada hari baru untuk perbaikan ..
Be Positive Thinking, always.
Semoga bermanfaat.
Wallahu A’lam.
Sumber : Broadcast dakwah whatsapp.
Bismillahirrahmanirrahim..


Pernahkah kamu mengalami suatu keadaan yang membuat hidupmu seperti ditarik mundur, jauh dari harapan?
.
Pernahkah kamu melihat orang-orang yang dulunya berapi-api tiba-tiba seperti kehilangan semangat bahkan lenyap dari peredaran?
.
Pernahkan kamu melihat atau bahkan merasakan bahwa orang-orang yang pernah kau lihat (atau bahkan dirimu sendiri) mengalami kemunduran itu, lalu tiba-tiba melesat cepat ke depan dan meraih banyak hasil?
.
Kita seperti anak panah di tangan Allah..! Ada masa-masa anak panah itu melesat cepat terlepas dari busurnya menuju sasaran yang dimaksudkan
Ada masanya anak-anak panah itu harus istirahat dalam kantong-Nya. Namun di saat yang diperlukan, anak panah itu akan dipasang dalam busur-Nya ditarik kebelakang.. Sejauh mungkin untuk mencapai suatu sasaran
Semakin jauh tarikannya, semakin jauh pula jarak yang akan ditempuh. Semakin panjang rentang busur menarik ancang-ancang, makin cepat pula anak panah itu melesat
Jadi
Jika kau seperti dalam keadaan yang mundur, bersabarlah : Mungkin Allah tengah meletakkanmu di busur-Nya. Menarikmu jauh-jauh ke belakang, agar di saat kau dilepaskan, kau memiliki daya dorong yang kuat untuk mencapai sasaran. Dan jika kau melihat seorang teman seperti tengah mengalami kemunduran, jangan buru-buru menghakimi dengan mengatakan “Apinya telah padam” atau.. “Jangan-jangan dia ada dosa..”
.
Jadilah teman yang baik, yang mendampingi di saat temanmu sedang “dimundurkan” karena dengan demikian kau ikut menjaganya agar tidak sampai putus asa dan terkulai
Kamu, aku, dia, mereka, kita… adalah anak-anak panah ditangan Allah..! Hidup untuk mencapai suatu sasaran yang sudah ditetapkan
Tetaplah semangat, tetaplah bersabar, tetaplah tekun dalam kebenaran, dan senantiasa ISTIQOMAH dan tetaplah berdoa memohon kepada Allah, niscaya Allah akan memberi lebih dari yg kita mohon.
Wallahu A’lam.


Sumber : Salah satu channel Telegram dakwah.