Latest Posts

Bismillah.


Ada sebuah perumpamaan.
Tekstur kentang itu keras, umumnya tidak bisa dimakan langsung.
Telur teksturnya cair, umumnya tidak bisa dimakan langsung juga.
Namun, jika keduanya direbus, unsur-unsur dalam keduanya berubah. Kentang menjadi lunak dan telur menjadi padat, dan keduanya bisa dikonsumsi.
Fenomena perubahan ini dinamakan boiling water.

Manusia pun memiliki keadaan boiling water pula, yaitu keadaan yang mentrasformasikan diri menjadi bermanfaat.
Berbicara tentang kemanfaatan, menulis sejatinya memiliki manfaat yang beragam. Mulai dari terapi hingga media dakwah.
Dalam surat Yusuf, Allah menceritakan tentang nasihat Ya’kub kepada anak-anaknya untuk masuk tidak hanya dari satu pintu saja, sehingga ketika ada satu pintu tertutup, masih ada peluang pintu lain yang terbuka.
Begitupun dakwah, ia memiliki berbagai macam pintu, dan kita memiliki pilihan untuk melalui pintu mana yang akan kita tuju.



Katanya, orang pintar belajar dari pengalaman sendiri. Tapi orang bijak, belajar dari pengalaman orang lain. Orang pintar baru memahami lubang itu berbahaya ketika ia pernah terperosok, namun orang bijak memahaminya bahkan tanpa perlu mengalami. Maka, banyak-banyaklah membaca, ambil hikmah sebanyak mungkin dari kisah-kisah di sekitar kita, dan kiranya memungkinkan, mari berbagi hikmah tersebut melalui karya tulis.
Setiap orang punya sesuatu untuk diceritakan, bahan berbagi yang boleh jadi sarat akan pelajaran dan inspirasi bagi oranglain.
من جد وجد
If you believe something, the universe will conspire to help you realize it.



Mendapat kebahagiaan itu dengan membatasi keinginan, bukan melampiaskannya. Batasi diri. Jangan membangun terus, berhenti sebentar. Jangan semua yang kita ketahui ingin ditulis dan dimasukkan ke tulisan. Kriteria nya harus dolce e util; menyenangkan dan juga bermanfaat.

Panduan kreatif menulis

. 1. Harus ada setting waktu dan tempat yang jelas. Fiksi itu bukan sepenuhnya khayalan, waktu dan tempatnya diambil dari kenyataan.
Memang ada genre high-fantasy seperti Harry Potter yang penuh imajinasi, namun harus konsisten dan kreatif.
Untuk penentuan tempat, bisa diambil dari pengalaman tempat yang pernah dikunjungi atau ditinggali. Kalau tidak bisa, ya kita harus mengadakan riset.
Karena novel yang bagus itu, dapat dipahami oleh orang awam dan dibenarkan oleh para ahli.

· 2. Munculkan situasi spesifik sejak awal.
Contoh:
Ayat-Ayat Cinta diawali dengan kisah Fahri yang akan berangkat setor hafalan ke Syaikh Utsman ketika cuaca Mesir sedang panas-panasnya, jarak tempuh lumayan jauh, dan ada godaan ashiir dingin di kulkas, ia jadi ragu untuk berangkat.
Laskar Pelangi diawali dengan gambaran seorang guru wanita yang harap-harap cemas menunggu 10 anak murid agar sekolahnya tetap dapat berdiri, kedatangan para murid satu-per satu membuatnya dapat bernafas lega.

·3. Jangan malu menyampaikan pengalaman, kita tidak tahu barangkali pengalaman itu sangat menarik bagi pembaca yang belum pernah mengalaminya. Jangan menganggap remeh menulis. Tuliskan peristiwa utamanya agar konsisten dan terarah.



·4. Struktur cerita, diantara Linier (berurutan dan runtut) dan Sandwich (awal dan akhir sama, bagian pengantar dan penutup adalah situasi present, namun isi storynya past).
Prolog: Membuat pembaca masuk ke cerita
Story: Flash Back (kilas balik)
Epilog: Kembali ke situasi present

·5. Narrator:
Orang pertama. Namun ia hanya bisa menggambarkan suasana di sekitar ‘aku’ atau ketika si tokoh utamanya berinteraksi.
Orang ketiga. Penulis serba tahu, bisa menggambarkan orang kapanpun, tapi jangan lupa untuk menyelami tiap karakter.

· 6. Tentukan tokoh di awal. Karakter tokoh harus sedetail mungkin, pekerjaan, sifat, etnis, hobi, sampai warna matanya. Kita harus live with it.

· 7. Plot adalah dasar cerita sebelum dikembangkan, tidak boleh lebih dari 3 paragraf, dan nanti detailnya menyusul bersamaan dengan riset. Plot ini adalau guidance untuk pengembangan cerita.

·  8. Konflik:
Interior: Pertentangan dengan diri sendiri.
Eksterior: Pertentangan dengan orang lain.
Munculkan klimaks di akhir, harus memuncak, dari masalah kecil sampai masalah besar, jangan langsung meletakkan yang besar di awal, bahkan film superhero pun, berantem yang paling dahsyatnya di akhir.

· 9. Ending:
Happy ending: masalah terselesaikan.
Sad ending: masalah tidak terselesaikan namun harus ada pencerahan, bila awalnya A, maka akhirnya minimal A aksen.
Open ending: mengawang-ngawang.

Menulis memang butuh manajemen, bukan Cuma modal mood, karenanya butuh banyak aturan teknis.
Bila baru menulis novel pertama, disarankan untuk menulis dengan hati, jangan terlalu banyak menggunakan otak. Selesaikan dulu, jangan banyak mengkritik diri sendiri. Bila sudah selesai, baru perbaiki bagian yang memang perlu diperbaiki.
Jangan terlalu idealis, yang menjadikan tokoh sebagai winner atau loser itu bukan orangnya, tapi keadaan. Tidak ada yang menjadi pahlawan dari awal sampai akhir, pun tidak ada yang jadi penjahat selamanya, tidak ada tokoh yang sempurna, karakter juga harus realistis. Boleh jadi di satu keadaan ia unggul, namun tidak di keadaan lain.



Ingat bahwa menulis itu bukan hanya soal bakat, namun juga ide dan inspirasi. Contohnya seperti F.X. Toole yang sehari-hari beraktivitas di ring tinju, namun ia berhasil menulis sebuah buku yang kemudian difilmkan dengan judul Million Dollar Baby.

Kalau kita bukan raja tapi ingin dikenal dan berkontribusi, menulislah. Dengan menulis kita turut berbagi pemikiran dan budaya.
Kalau ingin berumur panjang menulislah. Setelah kita mati, 100 tahun atau 200 tahun kemudian boleh jadi tulisan kita masih dikenang dan dibaca oleh orang-orang, nama kita masih sering disebut-sebut seperti para ulama kita zaman dahulu.
Mari menulis, karena para ulama tidak lepas aktivitasnya dari menulis.



Seminar Kepenulisan Kreatif
Bersama: Akmal Nasery Basral
Penulis 14 buku, 3 diantaranya sudah difilmkan; Batas, Nagabonar Jadi 2 dan Sang Pencerah.
22 Desember 2018

Bismillah.


Okay, I’ll start with something that I always think about, peace, happiness, self-well-being and productivity. I’m type of person who overthinks almost everything in my life and really perfectionist. I wanted my life to be meaningful and valuable. So I read many articles, books and watch movies, videos, listen to audios from many experts, psychologists or scholars. I try to find meaning of life. And I satisfy with what my religion, Islam, explains, to pray to God, dedicating my life to please Allah. That’s logic because what does a creator wanted from his creation except for pleasing him?

So time flies, I was really interested at psychology, but now I’m an Islamic Economic Law sophomore, I learn a lot about money, economy and wealth. Finally I found that money isn’t an essential cause of happiness, actually, it is the essential cause of many problems in the world.

I read many motivational, self-help and personal development books, most of them are focused only to one or two theme, How to Win Friends and Influence People by Dale Carnegie talk about human social relationship, then I wonder, so if we could be accepted by society we’ll be happy? Unfortunately I’m an introvert, so I don’t really like to be socially open.

The Secret by Rhonda Byrne teaches about the importance of positive mindset, husnudzon, and that was great book I think, but Islam has taught that concept almost 1400 years ago, then the 7 Habits of Highly Effective People by Stephen Covey and Eat that Frog by Brian Tracy tell about productivity, making life plan and stick to the rules.. I have tried it, but sometimes I get confused about what should be my main purpose, what is the biggest thing I want to achieve, what is the proper target of my activities? I’m thirsty for only one thing to be remembered, simple motto for life, which every positive thing will follow.

When I focused on health for example, I’ll be too prevent, forbid my sweet teeth habit, I can’t enjoy delicious foods, every morning I had to exercise or jogging instead of helping my mother preparing breakfast, there I sacrificed quality time with my family..

When I focused on beauty, I spent my money for cosmetics that often not suitable for my skin type, it seems like I’m too selfish thinking about my appearance, my mother said, “the real beauty appears from inside”, so I try to love myself, and since beautiful is a relative word based on perspective (and also the angle of camera, sometimes), every woman is beautiful just the way she is.

Then productivity, since I’m a perfectionism addict, I try to spend my day beneficially, profitable and of course productive, I made plans, annual, monthly, weekly and even daily, I made time deadline of every task. But when I finished a task and start to arrange another new task, I always think, what do I really want? What is this for? It feels like I need to do this just to be a productive person or seen as one? In fact I have experienced finishing everything completely as same as my plan last year, Alhamdulillah, I achieved all of my checklists.. But when it was done, I don’t really feel satisfied, there’s a feeling that I should do more, it’s not enough, slightly, but inside my deepest heart, I feel empty, all gifts, adore glances, compliments, certificates, those are not what I wanted.

Where is the barakah? I watch Productive Muslim video by Mohammed Faris and it does inspire me, change the way I think, Barakah will be there if we do it sincerely, in Islam it means, Ikhlas, for Allah. I asked myself, who am I struggling for? Who is all my achievements for? Selfishly just for pleasing myself or for pleasing Allah as His servant? Barakah, he explained, do less for more, maximizing the impact of the output. It contains mindset, value and ritual.
Now I get the satisfying answer of ‘why I should be productive?’, so here are the reasons:

1.   It’s the path of the Messengers, all of the prophets are productive person, they do their job responsibly, prophet Idris (Enoch) was a tailor, prophet Zakariya (Zechariah) was a carpenter, prophet Isa (Jesus) and prophet Muhammad were a shepherd, etc. If they as our role model, are work hard and being productive for making money so they don’t burden others for their financial needs, then how about us?

2.   It’s the key to success, success in the world means a lot, it could be have a good health, good family relationship or good at career, whatever it is, it requires productive effort.

3.   It gives meaning to life, life is boring and tasteless if we just sit down and do nothing.

4.   It makes our Prophet proud, we are the representative of the best ummah, Muslim ummah, it’s shameless if we are lazy, consumptive and import more that export. So be productive, make our prophet proud and try the best to thank Rasulullah shallallahu alaihi wasallam for what he has done for us, especially for bringing Islam to us.

The right key to be productive in everything in any area are knowledge, action and consistency. The last is the most important that we always lack of it. Even Rasulullah shallallahu alaihi wasallam said in hadits, “the best of deeds are the ones but are consistent even if they are small”. And the way for consistency is discipline which means do everything needed even if we don’t like, that’s it.

Then, what we should do is managing our life and also spiritual submission, because we as Muslims are belong to Allah Ta’ala, so we can’t do anything without His permission, there we realizes verse 5 of surah Al-Fatiha : {It is You we worship and You we ask for help}, we need His help to worship Him. And most of non-muslims are focused on managing their life but forget the spiritual submission.

Now, how to become discipline? These are the ingredients: higher purpose (and the highest is Allah’s blessing) + constant practice (do the same every single day just like Islam teaches shalat and fasting) + self-accountability (the scroll of good deed and sin). We have this perfect concept to be followed in our religion, Alhamdulillah.

So Productive Muslim is who have spiritual strength (Iman), physical vitality and social responsibility. If you can combine that three, you get productive muslim lifestyle.

Finally I realized, now, that if I really want the best of all (anything in the world), the most beautiful and proper purpose, it is Allah, His blessing, Jannah.. It’s above all the great things I ever knew.

Do everything for Allah, even work, wealth and money, are just a tool for survive in this Adam’s prison (aka Dun-ya), my home and your home is in Jannah, Insya Allah, because there was the first human Allah created, Adam, belong to. Life is just a journey, from Allah, for Allah and to Allah. Mind good, do good and purpose good.. We will be responsible for everything we do in this world, our youth, our health, our wealth, our time, our life.

So, finally, I want to dedicate my life to do something useful, beneficial to me (get good deeds from Allah) and to others. I won’t be too selfish, as long as Allah like it, I’ll do. And the other positive things will follow, health, peace, success and happiness. My purpose is Allah, so all my activities, my tasks, my times must be based on that, insya Allah.
Wallahu A’lam.


Ps. I apologize for my bad English and grammar.
Bogor, September 4, 2018.


Bismillah.


Apa susahnya melakukan sesuatu dengan semaksimal mungkin?
Bukankah hasil terbaik hanya didapat dengan usaha terbaik pula? Give all of your best effort.
Totalitas dalam mengerjakan tugas, seperti adikku Nanda yang selalu mengerjakan piket dengan sangat bersih, mungkin memang menghabiskan lebih banyak waktu, tapi hasilnya tidak mengecewakan, malah membanggakan.
Jangan setengah-setengah, malas-malasan, lemah, karena hasil bergantung pada usaha.
Terlebih dalam hal ibadah, wudhu, shalat, membaca Al-Quran, juga perkara-perkara dunia yang kita niatkan untuk ibadah.
Surga tidak didapat begitu saja, bukan?
Harganya adalah usaha kita.
Lakukan yang terbaik, tinggalkan hal yang buruk, tindakan tidak terpuji hanya akan memperburuk citra dan menjadi aib, sekali kita merusak diri, akan sulit sekali memperbaikinya. Oleh karena itu, gunakan kesempatan selagi Allah masih memberi kesempatan hidup untuk kita hari ini.
Menjadi orang baik, seperti adikku Hajar, lakukan kebaikan dimanapun selagi kita mampu, karena kita juga membawa nama baik orangtua, keluarga, agama dan negara.
Apabila kita melakukan hal buruk, kita mencoreng wajah kita sendiri, tidak ada yang suka dengan kita, diperbincangkan keburukannya dimana-mana, sungguh tidak ada kebaikan atas jiwa yang demikian.
Jangan mencari ridha manusia, cari ridha Allah. Asal itu baik dan Allah ridha, kenapa tidak?
إن الله يحب المحسنين
Jangan takut dengan perkataan manusia, kita bisa mengelak, membela bahkan menolak mentah-mentah semua itu, karena sejatinya mereka bukan siapa-siapa kita, bukan orang yang menanggung hidup kita.
Yang menanggung hidup kita adalah Allah melalui orangtua, maka yang harus didengarkan adalah orangtua, karena Allah memberi kemampuan bagi keduanya untuk mengetahui apa yang terbaik bagi kita.
Wallahu A’lam.


Bogor, 12 Maret 2017


🔸 بِسْـــــــمِ أللَّه ِ الرَّ حْمَنِ الرَّ حِيْم 🔸


🔹🔹🔹🔹
محاضرة عامة
 تطوير قانون الشريعة الإقتصادية في مواجهة تحديات العصر الصناعي 4.0

 Public Lecture
 Perkembangan Hukum Ekonomi Syariah dalam Menghadapi Tantangan Zaman Industri 4.0

مع الأستاذ الدكتور محمد رشيد
Bersama Ustadz Dr. Muhammad Rasyid
🔹🔹🔹🔹

أندونيسيا ستكون منارا من منارات الإقتصادية الإسلامية إن شاء الله.
المال قديما: الذهب و الفضة و الغنم و البقر و غير ذلك. و الآن قد تطور معنى المل حتي يشتمل على الموارد الطبيعية.
لا يفارق حياتنا المال حتى يضع العلماء موضوعا عنه في المقاصد الشريعة، فبني الإسلام الإقتصادية على أساسها.
Indonesia akan menjadi salah satu tiang ekonomi Islam insya Allah.
Harta, dahulu berarti: emas, perak, kambing, sapi dan semacamnya. Tapi sekarang makna harta telah berkembang, mencakup sumber daya.
Hidup kita tidak dapat lepas dari harta, sehingga para ulama telah menetapkan pembahasan tentang ini dalam Maqashid Syariah (tujuan-tujuan syariat Islam yang terkandung dalam setiap aturannya), oleh karenanya, Islam membangun perekonomian berdasarkan pondasi tersebut.

نعيش و نموت بالمال، فالبحث عنه مهم جدا و لا يهجر العلماء في تعلم فقه المعاملات و كتابة بحثهم في كثير من المؤلفات المشهورة الذي أسند إليه الإقتصادية الحديثة، منها كتاب الخراج لأبي يوسف و كتاب الأموال لأبي أبيد، تلميذ أبي يوسف.
Kita hidup dan mati dengan membutuhkan harta, maka pembahasan tentang harta ini sangat penting, para ulama juga tidak meninggalkan pembelajaran fiqh muamalah dan penulisan riset mereka dalam banyak karya-karya terkenal yang menjadi patokan perekonomian modern, diantaranya kitab Al-Kharraj karya Abu Yusuf dan kitab Al-Amwal karya Abu Ubaid, murid Abu Yusuf.

يجب على كل مسلم أن يعلم أن المال في الحقيقة ليس لنا بل لله تعالى، فهو صاحب المال و له حق لسن القانون التي تتعلق بالمال كما شاء، و نحن الوكيل فقط فعلينا أن نؤدي أمانة المال كما يرشده الشريعة الإسلامية.
Wajib bagi setiap Muslim untuk mengetahui bahwa harta pada hakikatnya bukan milik kita, tetapi milik Allah,  Allah lah penguasa harta, Dia memiliki hak untuk menetapkan peraturan yang berkaitan dengan harta sesuai keinginannya, dan kita sebagai wakil harus menunaikan amanah harta sebagaimana yang telah ditunjukkan oleh syariat Islam.

قل الله تعالى في كتابه الكريم، {وَهُوَ مَعَكُمْ أَيْنَ مَا كُنْتُمْ}. هذه الآية تدل على الحث على مراقبة الله حتى فى تصرفنا المالية.
Allah berfirman dalam kitab-Nya yang mulia, {dan Dia (Allah) bersama kamu dimana saja kamu berada}. Ayat ini menunjukkan motivasi untuk senantiasa merasa diawasi oleh Allah bahkan ketika kita melakukan transaksi harta.

و هناك الموازنة بين المعاملة و العبادة كما قال تعالى في سورة الجمعة، {يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ} و قوله، {وَإِذَا رَأَوْا تِجَارَةً أَوْ لَهْوًا انْفَضُّوا إِلَيْهَا وَتَرَكُوكَ قَائِمًا ۚ قُلْ مَا عِنْدَ اللَّهِ خَيْرٌ مِنَ اللَّهْوِ وَمِنَ التِّجَارَةِ ۚ وَاللَّهُ خَيْرُ الرَّازِقِينَ{..
عندنا الحرية في تصرف المال ما برح مناسبا بشرية الإسلام.
Terdapat kesetimbangan antara Muamalah dan Ibadah sebagaimana firman-Nya dalam surat Al-Jumu'ah, {Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan sholat pada hari Jum'at, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli} dan firman-Nya, {Dan apabila mereka melihat perdagangan atau permainan, mereka segera menuju kepadanya dan mereka tinggalkan engkau (Muhammad) sedang berdiri (berkhotbah). Katakanlah, Apa yang ada di sisi Allah lebih baik daripada permainan dan perdagangan, dan Allah Pemberi Rezeki yang terbaik}..
Kita tetap memiliki kebebasan dalam menggunakan harta selama sesuai dengan Syariat Islam.

الجوانب القانونية في الإقتصادية تتعلق بالجوانب السياسية. يصعب للدولة الضعيفة لطبيق الإقتصادية الإسلامية لأنها ما زالت تحتاج إلى مصرف العالم الذي بني على أساس الإقتصادية القانونية.
Aspek hukum dalam perekonomian berhubungan dengan aspek politik. Sulit bagi negara lemah untuk menerapkan perekonomian Islam karena ia masih butuh pada bank dunia yang terbentuk atas pondasi ekonomi hukum (konvensional).

عندنا أمل كبير في تطوير الإقتصادية الإسلامية، هناك 2 تريليون دولار في إنفاق العالم الإسلامي، فحركتنا ناشئة.
Kita punya harapan besar dalam perkembangan ekonomi Islam, sekarang ini terdapat 2 triliun dolar sumbangan dari dunia Islam, ini membuktikan bahwa pergerakan kita tumbuh.

المنافذ الإقتصادية في العالم الإسلام. لو يتحد الدول الإسلامية فلا يستطيع العالم الغريبة أن يعيش من دوننا، كل الموارد في قلب العالم الإسلامي ما زالت بكرا من المشرق والمغرب، من أفريقيا حتي آسيا، من الجزائر، السعودية، مصر، تركي، باكستان، عراق، ماليزيا حتى أندونيسيا. فعندنا القدرة و الإستطاعة للتطوير، لذالك لا يتركنا العالم الغربية و هم يريدون أن يقيدنا. لا يستقل الدولة الإسلامية إستقلالا كاملا ما دامت تتبع الغربيين.
Bandar perekonomian terdapat pada dunia Islam. Jika negara-negara Islam bersatu maka dunia barat tidak akan dapat hidup tanpa kita, semua sumber daya terletak di tanah Islam yang kebanyakan belum tersentuh, dari Timur sampai Barat, dari Afrika sampai Asia, dari Aljazair, Saudi, Mesir, Turki, Pakistan, Irak, Malaysia sampai Indonesia. Kita punya kemampuan dan potensi untuk berkembang, oleh karena itu dunia barat tidak pernah meninggalkan kita, mereka ingin menguasai kita. Sebuah negara belum dikatakan merdeka dengan sempurna jika masih berkiblat pada barat.

لو كان المستثمرون يريدون مصلحة المجتمع و ليست مصلحة الفرد فقط، سيهم البلاد الإسلامية لاستثمارهم.
Apabila para investor menginginkan kebaikan masyarakat, bukan hanya kebaikan individu saja, mereka mungkin akan memperhitungkan negara-negara Islam untuk ditanami investasi.

في الجانب الآخر، نشكر الله تعالى لأن الإرادة السياسية سمحت نمو الاقتصاد الإسلامي في أندونيسيا. لعل الله أن يساعدنا في التخلص من الإقتصاد الربوية إن شاءالله.
Di sisi lain, kita harus bersyukur kepada Allah Ta'ala karena kuasa politik membolehkan pertumbuhan ekonomi Islam di Indonesia.
Semoga Allah membantu kita dalam membebaskan diri dari ekonomi ribawi, insya Allah.


-------
 كتبتها عائشة السلفية.
 طالبة جامعية في كلية المعاملة جامعة التزكية.
 Ditulis oleh Aisyah As-Salafiyah.
 Mahasiswi STEI Tazkia Program studi Hukum Ekonomi Syariah.

Bismillah.



Manusia adalah makhluk sosial, selain saling membutuhkan satu sama lain, juga saling berkompetisi agar dapat diakui eksistensinya.

Hidup, boleh jadi dapat diibaratkan dengan kompetisi, tapi ia bukan kompetisi biasa dimana ada yang menang dan ada yang kalah, ini adalah sebuah perjalanan dimana siapapun yang sampai ke tujuan bisa menjadi pemenang. Karenanya kita harus selalu menjaga diri untuk terus menuntut ilmu agar tidak melenceng dari rute yang lurus dan senantiasa istiqomah agar tidak berhenti di tengah jalan.

Dunia adalah penjara bagi setiap muslim. 'Penjara' disini sejatinya memiliki makna ganda. Kebanyakan kita mengartikannya dengan, sekedar tempat untuk menderita.
Kenyataannya, penjara sini bisa diartikan sebagai, tempat tinggal sementara, artinya ini bukan tempat kita, ini adalah tempat ujian, adapun rumah, tempat tinggal sebenarnya, tempat pulang, tempat kembali kita adalah tujuan perjalanan kita tadi, Jannah, Syurga, Insya Allah.

Kebanyakan manusia bila ditanya, apa yang paling ia inginkan, ia cari, ia usahakan dalam hidup, ia akan menjawab, KEBAHAGIAAN..
Sayangnya kebahagiaan bukan sesuatu yang nyata, tidak bisa dibeli atau didapatkan dengan harta, maksudnya bukan sesuatu yang dapat kita lihat atau kita raba, ia adalah suatu perasaan yang maya, muncul dalam hati, ketenangan yang terpatri dalam jiwa.

Namun, seringkali kita lupa bahwa dari hati-lah makna kebahagiaan yang sesungguhnya, kita mulai mendefinisikan standar tertentu untuk dapat dikatakan bahagia.
Ada sebagian orang, menjadikan kekayaan sebagai standarnya. Memiliki rumah besar, perabot mahal, kendaraan mewah, baru dikatakan bahagia.
Ada lagi yang menjadikan tahta standarnya. Memiliki jabatan tinggi, status mentereng, dihormati banyak orang, baru dikatakan bahagia.

Ada pula yang menjadikan keindahan fisik standarnya, padahal ini jauh lebih relatif, tapi dalam hal inipun media mengilusikan bahwa dengan tinggi, langsing, kulit putih, dan sebagainya seorang wanita dikatakan cantik, oleh karena itu berbagai produk kecantikan merebak luas di pasaran, kini bukan hanya untuk merawat lagi niatnya, tapi lebih untuk menutupi ketidaksampurnaan. Jika sudah tampak seperti role model tertentu, baru dikatakan bahagia.

Semua ini, tidak dapat dijadikan tolak ukur kebahagiaan.
Ketahuilah, kebahagiaan itu seharusnya relatif, ia tidak bergantung pada apapun, sejatinya. Tidak pada kekayaan, tidak pada jabatan, tidak pada keindahan. Semuanya sementara, tidak akan pernah kekal, itulah dunia, kebahagiaan yang ditawarkan olehnya semu belaka.

Kenyataannya, kita sering melihat orang-orang sederhana di sekitar kita tampak begitu bahagia, senyum terlukis di wajahnya, selalu ceria menghadapi hari-hari yang berlalu meski melalui banyak kesulitan.
Sementara kita, yang boleh jadi memiliki 'lebih' dari standar kebahagiaan yang kita buat, justru sering galau dan gundah, ketakutan memenuhi pelupuk mata kita setiap akan tidur dan setiap bangun tidur.

Khawatir harta kita habis, hilang atau bisnis kita bangkrut.
Khawatir jabatan kita dilengeserkan atau ada seseorang yang lebih layak menempatinya.
Khawatir keindahan fisik kita akan luntur seiring usia yang semakin menua.
Sehingga tanpa sadar kita mulai melakukan segala sesuatu agar standar-standar itu tidak punah.

Adapun mereka yang mengetahui kebahagiaan sejati, tenang dan tentram hatinya..
Ia menyadari, bahwa kebahagiaan adalah sesuatu yang berawal dari hati pula, yaitu secercah rasa syukur dan qanaah (menerima apa adanya dengan ikhlas) atas apa yang telah Allah kehendaki.
Ia terlepas dari ikatan standar dunia, ia sadar bahwa inilah dunia, indah namun melalaikan. Menyesatkan kita dari rute perjalanan kita yang lurus.

Terkadang, kita bukan saja perlu membuka mata, namun juga harus membuka hati, mendengarkan naluri yang sering tertutupi. Sudah cukup kita menjadikan perkataan dan anggapan orang lain sebagai tolak ukur.
Jadikan Allah tujuan kita, jadikan Ridha-Nya harapan kita.

Bukankah Allah sendiri yang telah memfirmankan,

اَلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ  ۗ  اَ لَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوْبُ
"(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram."
(QS. Ar-Ra'd 13: Ayat 28)

Dan dalam ayat lain,

وَمَنْ اَعْرَضَ  عَنْ ذِكْرِيْ فَاِنَّ لَـهٗ مَعِيْشَةً ضَنْكًا وَّنَحْشُرُهٗ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ  اَعْمٰى
"Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 124)

Saudariku yang kusayangi karena Allah, Allah yang telah menciptakan kitalah yang mengatakan demikian, maka siapa yang akan kita percaya sekarang? Allah sang khalik atau manusia lain yang notabene makhluk?

Sekali lagi, tidak ada standar kebahagiaan yang terikat pada dunia, biarlah keberadaan kita tidak eksis di mata penghuninya, namun siapa yang tak ingin namanya harum dalam pembicaraan penghuni langit?

Mohonlah kebahagiaan itu pada Rabb yang maha membolak-balikkan hati, Ialah satu-satunya tempat bergantung yang tak akan pernah khianat, yang selalu menerima kembalinya kita meski kitalah yang telah banyak berkhianat, sungguh tak ada daya dan kekuatan yang mampu mengirimkan kebahagiaan dalam diri kita kecuali dengan izin-Nya.

Jika benar ingin mengetahui ilmu tentang kebahagiaan, ketenangan dan ketentraman, mari kita buka lagi kitab suci yang berisi surat-surat cinta dari sumber kebahagiaan itu sendiri; Al-Quran. Bacalah ia, pahami, amalkan. Insya Allah, kita akan berbahagia.


Allah berfirman:

اَلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا  وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ طُوْبٰى لَهُمْ وَحُسْنُ مَاٰبٍ
"Orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka mendapat kebahagiaan dan tempat kembali yang baik."
(QS. Ar-Ra'd 13: Ayat 29)

Wallahu A'lam.