Latest Posts

Asrama dan Khidmah

By 09.59 , , , , ,

Bismillahirrahmanirrahim..


Rabu, 25 Mei 2016
Better late than never, isn't?
Tabarakallah.. hari, tanggal, momen, acara dan kegiatan yang paling ditunggu-tunggu oleh segenap angkatan 1 dan 2 putri, demikian juga angkatan 10 dan 11 putra.. Pelepasan dan pelantikan khidmah baru! Masya Allah.. Barakallahu fiikum 💐

Lengkap sudah jenjang pendidikan MA kami, Alhamdulillah.. lalu setelah itu apa?

Mungkin bagi kebanyakan siswa siswi kelas 12, yang menjadi momok saat ini adalah jenjang perkuliahan (atau pernikahan mungkin?).. akan kemana mereka setelah resmi keluar dari SMA nya setelah berhasil mengantungi ijazahnya..

Namun tidak bagi kami, atau lebih tepatnya belum.. masih ada satu batu loncatan lagi untuk dapat meraih cita-cita melanjutkan studi..
Khidmah (pengabdian)..

Sebuah jenjang yang tidak resmi sebenarnya, tapi menjadi kewajiban sebagai syarat kelulusan dari pesantren kami.. jenjang yang yah.. mengharuskan setiap non asrama menjadi asrama selama setahun untuk menyelesaikan tugas-tugas yang akan diberikan nantinya.

Jujur saja, dari sudut pandangku, ini merupakan pertama kalinya aku tinggal di asrama (selain dari kegiatan Tahfidz Ramadhan Ma'had Syathiby), pertama kalinya aku akan mendapat tugas keasramaan dan pertama kalinya aku akan mengajar di kelas, Insya Allah..

Biar kuperjelas ya, di jenjang khidmah ini, setiap santri akan mendapat 3 tugas pokok :
1. Menjadi musyrifah (pembimbing) sakan (kamar)
2. Amanah khusus keasramaan
3. Amanah mengajar (baik itu di kelas ataupun di halaqah tahfidz)

Dan VOILA! disinilah aku sekarang, menjalani hari-hari yang ternyata tidak sesimpel yang kubayangkan sebelumnya..

Aku mendapat amanah menjadi musyrifah sakan 12 bersama kak Sofi (oya, ada beberapa sakan yang dibimbing oleh 2 musyrifah) yang (kini) beranggotakan 22 anak kelas 10, kemudian amanah kedua, aku menjadi bagian dokumentasi dan database aytam (anak-anak yatim) bersama Naura, terakhir amanah mengajar, aku belum dapat kepastian akan mengajar di mana, tapi menurut ummu Busyro, aku akan mengajar Tahfidz di MTs nantinya, Insya Allah..

Lemari Asrama

Well, pengalaman khidmah dan asrama, sejauh ini Alhamdulillah telah mengajarkanku banyak hal, yang benar-benar kurasakan sendiri manfaatnya dan kupikir kedua hal ini amat penting untuk dialami oleh setiap pelajar..

Hikmah yang terpenting selama kurang lebih sebulan yang telah kulalui adalah, aku belajar banyak tentang kehidupan..

Tentang bagaimana belajar mandiri, benar-benar mandiri, kita tidak bisa selalu bergantung pada orang lain sekalipun ia orang terdekat kita, seperti sahabat, orang tua.. satu-satunya yang bisa kita harapkan agar tak berakhir kekecewaan hanya Allah..

Tentang belajar mentaati peraturan pesantren yang sejatinya merupakan peraturan Islam yang selama ini banyak kita lalaikan, yang sunnahnya, yang makruhnya.. belajar tentang mengamalkan apa yang telah kita tahu harus dilakukan dan meninggalkan apa yang telah kita tahu harus dijauhi.

Tentang muamalah sosial dengan orang yang lebih tua, yang lebih muda dan yang sebaya.. dengan guru, pegawai, teman-teman, adik kelas, anak didik, masyarakat, semuanya.. tolong-menolongnya, kepeduliannya, itsarnya (mendahulukan orang lain dalam hal keduniaan), amar ma'ruf nahi munkarnya, kerjasamanya, kekompakannya..

Tentang menjadi agen Islam yang baik, menjadi sampel tolak ukur keberhasilan suatu lembaga pendidikan, menampilkan bagaimana karakter seorang Muslim seharusnya, menjadi uswatun hasanah..
Tentu saja semua itu memiliki banyak tantangan, suka-duka, asam-garam.. tapi, selama kita yakin akan pertolongan Allah, nothing is impossible, kan? Lagipula, tanpa yang tawa dan tangis, hidup kita akan terasa hambar sekali.. tak ada momen yang bisa dipetik hikmahnya..

Akhirnya, tak ada yang harus kuucapkan kecuali rasa syukurku yang sebesar-besarnya atas karunia yang tak terkira ini, atas kesempatan emas untuk berasrama dan khidmah selama setahun di tempat ini, meski sulit mungkin, tapi tak ada yang harus disalahkan. Bukankah skenario Allah selalu indah? Itulah yang aku yakini.. karenanya, kebahagiaan akan selalu ada, Insya Allah..

\
Masjid Asrama Putri

Sebagaimana perkataan kak Nurmayanti Zain,

Suatu hari, kita akan tercengang dengan begitu teraturnya hal-hal yang sudah tercetak jelas dalam Lauh Mahfudz. Walau harus diakui, di setiap pertemuan akan ada perpisahan. Yang sekarang terpikirkan hanyalah bagaimana memanfaatkan waktu sebaik dan seelok mungkin dengan orang-orang yang berada di sekitar kita. Karena tak ada yang tahu, boleh jadi kita tidak akan pernah bisa mengambil hikmah dari orang itu lagi esok hari..

You Might Also Like

0 comments

Thank you so much if you're going to comment my post, give advice or criticism. I'm so happy ^_^ But please don't advertising and comment with bad words here. Thanks !

♥ Aisyah